Breaking News

Seo

7 Alasan Kenapa Jangan Pakai Adsense Untuk Monetisasi Blog

7 Alasan Kenapa Jangan Pakai Adsense Untuk Monetisasi Blog
Sejak sekitar Beberapa tahun lalu para blogger maupun publisher telah menjadikan Google AdSense sebagai platform pilihan utama untuk menghasilkan pundi-pundi dollar. Karena, selain memberikan harga per click yang relatif lebih tinggi dibandingkan kompetitor, jaringan iklan milik Google ini juga terbukti membayar setiap pendapatan yang sudah melewati ambang batas minimal.

Seiring perkembangan zaman, hingga kini Google AdSense memang masih banyak digunakan. Tapi, apakah plaform keluaran Google tersebut benar-benar masih layak dan bisa diandalkan sebagai sumber utama pemasukan?

Faktanya, di era digital yang serba canggih seperti sekarang ini makin banyak opsi monetisasi blog yang bisa dipilih oleh publisher. Untuk itulah pada artikel kali ini kita akan sama-sama membuktikan apakah Google AdSense masih layak atau tidak untuk dipakai sebagai tambang dollar.

7 Alasan Kenapa Jangan Pakai Adsense Untuk Monetisasi Blog

1. Butuh Waktu Lama Untuk Bisa Menghasilkan

Ibarat mencari jarum di tumpukan jerami, timeline monetisasi blog dengan Google AdSense memerlukan waktu yang lumayan panjang. Tiga bulan adalah waktu rata-rata yang dibutuhkan sampai blog bisa mulai menghasilkan pendapatan.

Jika  Anda tidak beruntung atau salah memilih topik bahasan, waktu tunggu agar saldo terkumpul hingga USD 100 tentu saja bakal semakin bertambah panjang. Mudahnya Mendapatkan Uang Dari Blog, Statement Yang Salah.

2. Bayaran Untuk Blog Indonesia Terlalu Kecil

Percaya atau tidak, nilai rata-rata perklik iklan Google Adsense untuk blog Indonesia saat ini hanya sebesar Rp300 – Rp700 saja. Dalam beberapa kasus para publisher mungkin akan mendapatkan nilai klik lumayan besar, namun hal itu tidak akan bertahan lama atau hanya bersifat musiman saja.

3. Proses Pendaftaran Susah-Susah Gampang

Sejak awal masuk ke Indonesia, Google AdSense terkenal memiliki peraturan ketat terkait proses verifikasi dan pendaftaran. Adapun dalam beberapa tahun kebelakang, Google AdSense tercatat semakin memperketat seleksi blogger yang bisa memasang iklan dengan cara menambahkan sistem ‘review add site” serta pembatasan iklan.

4. Google AdSense Memperlambat Blog

Ketika Anda sudah memiliki akun Google Adsense, maka Anda harus memasukkan kode khusus ke dalam struktur blog agar iklan bisa tampil secara optimal. Tak cuma satu baris kode, para publisher maupun blogger biasanya memasang script kode iklan hingga 3-4 kali di dalam satu halaman tergantung banyaknya banner iklan yang ingin ditampilkan.

Faktanya, keberadaan script iklan yang terus menempel tersebut membuat beban load server semakin berat, sehingga biasanya blog/website dengan iklan bakal lebih lemot di akses ketimbang website tanpa menggunakan iklan.

5. Rawan Banned Karena Terlalu Banyak Aturan

Bagi blogger senior tentu sudah tidak asing lagi dengan fenomena banned AdSense massal. Ya, dari dulu sampai sekarang platform Google Adsense memang terkenal rawan disable atau banned akibat pelanggaran TOS ataupun invalid traffic.

Kita bisa saja melakukan banding untuk menangguhkan akun dan saldo berjalan jika keputusan sepihak tersebut dinilai sebagai kesalahan. Namun, peluang untuk dipulihkan masih sangat kecil dan berpotensi terjadi kembali di masa yang akan datang.

Apakah Anda siap menanggung resiko yang penuh ketidakpastian ini?

6. Semakin Banyak Pengguna Adblocker

Dari tahun ke tahun, pengguna fitur pemblokir iklan semakin bertambah. Bahkan, menurut kesimpulan yang diperoleh dari data studi terbaru bertajuk “2020 Adblock Report” menegaskan bahwa perangkat mobile (smartphone dan tablet) lebih mendominasi dibandingkan user PC.

Kabar ini tentu kurang bagus bagi para blogger dan publisher karena potensi untuk menayangkan banner iklan seperti Google AdSense otomatis menjadi semakin kecil.

Bayangkan, jika Anda adalah blogger yang baru merintis karir dan tidak ada pemasukan dari iklan. Semangat Anda tentu bakal langsung menurun karena tidak sesuai seperti ekspektasi yang diharapkan.

7. Iklan Membuat Pembaca Pergi

Bagi sebagian orang, aktivitas menulis blog merupakan suatu kesenangan yang tidak ternilai. Karena melalui tulisan kita bisa berbagi cerita, ilmu, atau wawasan untuk dibaca banyak orang.

Dengan adanya iklan Google Adsense maka secara tidak langsung kita mengarahkan pengunjung untuk pergi dari konten yang kita buat. Hal tersebut tidak bagus dari segi kaidah SEO karena setiap pengunjung yang datang diharapkan bisa stay selama mungkin dengan cara membuka banyak halaman internal.

Cara Menghasilkan Uang Dari Blog Selain dengan Google AdSense

Ada beberapa jalan yang bisa Anda gunakan untuk mencari sumber pendapatan Blog selain Menggunakan iklan atau Google Adsense. Apa sajakah itu? Berikut selengkapnya.

1. Menerapkan Subscription Berbayar

 Metode monetisasi blog yang satu ini memang terbilang baru untuk user di Indonesia. Tapi, faktanya hal serupa sudah banyak berkembang di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.

Strategi penerapan biaya berlangganan kepada para pembaca sendiri salah satunya sudah diterapkan  oleh situs berita startup dan teknologi TechInAsia.

Untuk membantu memproduksi konten berkualitas tinggi, perusahaan berbasis online media tersebut menerapkan biaya berlangganan mulai dari Rp1.900 per hari. Sangat menarik bukan?

Dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung yang mencatatkan diri sebagai subscriber maka Anda tidak perlu merisaukan untuk memasang Google Adsense.

2. Content Placement 

Cara monetize blog selanjutnya yang bisa Anda coba adalah content placement. Apa itu conten placement? Secara umum content placement adalah artikel biasa yang didalamnya disisipi link keluar menuju website lain, hal ini bisa dimaksud sebagai rujukan, untuk keperluan branding, maupun menaikkan SEO lewat strategi link building.

Saat ini banyak perusahaan mulai mengincar model promosi content placement yang ditujukan kepada blogger dan influencer. Angkanya pun lumayan menarik, terlebih jika metrik Domain Authority dan traffic organik blog Anda berada di atas rata-rata.

Berbeda dari Google Adsense, content placement lebih ramah pengunjung karena konsep penyajiannya berupa artikel seperti pada umumnya. Yang lebih menarik, beberapa klien bahkan tidak mewajibkan kita untuk menyebut brand produk atau merekomendasikan pembaca untuk membeli secara langsung. Jadi, sangat aman bagi Anda yang tidak ingin mengorbankan kualitas tulisan.

3. Jualan Produk Sendiri

Tidak ada cara monetisasi blog yang paling menguntungkan dibandingkan dengan julanan produk sendiri. Pasalnya, Anda bisa menentukan besar kecilnya pendapatan sesuai keinginan tanpa perlu cemas atau khawatir terkena banned dari Google.

Selain lebih menguntungkan, jualan produk digital juga membantu membuka lapangan pekerjaan baru di lingkungan sekitar karena Anda bakal membutuhkan bantuan banyak orang mulai dari asisten, Customer Service, Affiliate marketing, bagian support layanan, hingga produksi dan pengiriman. 

Penutup

Itulah 7 alasan yang bisa dijadikan sebagai referensi mengapa seharusnya Anda tidak lagi mengandalkan Google sebagai satu-satunya sumber pendapatan. Anda boleh saja tidak setuju dengan pendapat di atas, hal ini wajar karena setiap orang memiliki skill dan pengalaman berbeda-beda ketika masuk ke dunia online. Ada yang mahir dalam melakukan penjualan produk digital, mahir mendatangkan traffic organik, hingga cakap dalam menentukan keywords yang memiliki Cost Per Click (CPC) Google Adsense tinggi

Terlepas dari apapun pilihan sistem monetisasi blog Anda, jangan lupa untuk menggunakan layanan Cloud hosting Indonesia dan domain dari Niagahoster agar bisnis Anda bisa semakin lancar.

7 Alasan Kenapa Jangan Pakai Adsense Untuk Monetisasi Blog Reviewed by Muhammad Afwan on Juni 29, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Belajar Seo Dan Link © 2017
Powered By Blogger, Share by Andi Leangle

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.